Tampilkan postingan dengan label KEJAWEN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KEJAWEN. Tampilkan semua postingan

Apakah Tuhan Ada


Apakah Tuhan Ada?

Dalam sebuah pesta ulang tahun anak komunis yang kaya raya di rumahnya, ia sengaja mengumpulkan anak-anak di sekitarnya dan ingin merusak pola pikir mereka agar tidak mengenal Tuhan. Salah satu anak seorang kiai terkenal diundang juga. Setelah anak-anak kumpul, sang komunis berkata:

"Anak-anak sekalian, Om mau tanya, 'Apakah Tuhan itu ada?' Ayo jawab siapa yang bisa menjawab Om kasih uang 500 ribu."
"Tuhan itu ada Om," teriak salah seorang anak yang mengharapkan hadiah uang.
"Kalau ada, coba kamu minta uang sama Tuhan," ujar sang komunis menguji jawaban anak itu.Namun sang anak malah bingung dan diam.


"Kenapa diam?

Hakekat Martabat Sanga {Jawa}

Hakekat Martabat Sanga {Jawa}

a.   Kaping wolu : akarsa malih, martabat Hayan Sabitah arane,b.   Hayan iku sejatining urip, Sabitah teteping pati mangka tetep tinetepan, pati lan uripe tetep!Bahasa Indonesia ssebagai berikut :a.   Yang ke delapan : menghendaki lagi, martabat Hayan Sabitah namanya,b.   Hayan itu ialah hidup, Sabitah ketetapan dari pati, maka saling memantapkan, hidup dan mati tetap menatapi!Tujuan hidup yang “sebenar-benarnya” disebut dengan bahasa Arab “Hayan Sabitah” arti kata “hayan” ialah “hidup” yang bagi diri manusia, sama dengan kehidupan; dan sabitah artinya; baik, mulya, sempurna! Dengan demikian tujuan hidup ini yang paling pokok, ialah hidup senang, tentram, mulya, bahagia dan sebagainya tanpa sifat-sifat lawannya!Dimuka telah

Ateisme Kaum Beragama

Ateisme Kaum Beragama

Memang sangat jarang orang menyadari bahwa dikalangan orang-orang yg mengaku percaya kepada Tuhan (beriman), ternyata terjerumus ke dalam paham tak ber-Tuhan. Tetapi dalam gagasan jenius Octavio Paz ternyata dalam kalangan kaum beragama tumbuh subur  faham ateis yg sangat jarang disadari oleh pengikut faham ini. Mari kita ikuti pisau analisis yg sangat tajam dari Octavia Paz, adalah orang penyair, sekaligus diplomat dan peraih hadiah nobel kesusastraan tahun 1990. Octavia Paz mensinyalir bahwa di kalangan kaum beragama ternyata tumbuh subur faham yg sama sekali tidak di sadari, yakni adanya sebuah fenomena yg di sebut sebagai ateisme kaum agama. Fenomena ini nampaknya 

Syehk Lemah Abang

Syehk Lemah Abang

Bagi yang tahu tentang Riwayat dan ajaran syekh siti jenar mari berbagi.......jika tidak suka jgn mencela.....lebih baik diam......
Syekh Siti Jenar (juga dikenal dalam banyak nama lain, antara lain Sitibrit, Lemahbang, dan Lemah Abang) adalah seorang tokoh yang dianggap Sufi dan juga salah satu penyebar agama Islam di pulau Jawa yang sangat kontroversial di Jawa, Indonesia.
Tidak ada yang mengetahui secara pasti asal-usulnya, di masyarakat,
terdapat banyak varian cerita mengenai asal-usul Syekh Siti Jenar.
Sebagian umat Islam menganggapnya sesat karena ajarannya yang terkenal, yaitu Manunggaling Kawula Gusti.
Akan tetapi sebagian yang lain menganggap bahwa Syekh Siti Jenar adalah
intelektual yang sudah

Primbon Jawa

Primbon Jawa

NEPTUNING DINA
NEPTUNING PASARAN
Ahad = 5
Legi = 5
Senen = 4
Pahing = 9
Selasa = 3
P o n = 7
Rabu = 7
Wage = 4
Kemis = 8
Kliwon = 8
Jum’at = 6

Sabtu = 9




DINA KALAHIRAN SARTA PANGURIPANE
Minangka pinuju kalairanipun kapendhet saking gunggungipun neptu dinten lan pasaran, lajeng dipun wuwuhi kalawan neptunipun sasi :
muharram
neptunipun setunggal
Rajab
neptunipun tiga
Shafar
neptunipun tiga
Sya’ban
neptunipun gangsal
Rabi’ulawal
neptunipun sekawan
Ramadhan
neptunipun enem
Rabi’ulakhir
neptunipun enem
Syawal
neptunipun setunggal
Jumadi’lawal
neptunipun pitu
Zulkaidah
neptunipun kalih
Jumadi’lakhir
neptunipun kalih
Zulhijjah
neptunipun sekawan
Kapendhet saking neptunipun sasi kalairan, Sakmenika gunggungipun wau menawi langkung saking 10, lajeng ditilar 9, pinten sisanipun. Menawi sisa :
1. 2 utawi 6, menika wiji Lor, kang dados panguripanipun dagang, sanadyan kalih liya-liyanipun sampun benten kaliyan dagang.
2. 3 utawi 5, menika wiji kilen, panguripanipun laku Santri, sanadyan kalih liya-liyanipun, sampun benten kaliyan saking laku Santri.
3. 1 utawi 4, menika wiji Wetan, panguripanipun lakui priyayi, sanadyan kalih liya-liyanipun, sampun benten kaliyan saking laku Priyayi.
4. 7 utawi 8, menika wiji Kidul, panguripanipun among tani, sanadyan kalih liya-liyanipun, sampun benten kaliyan among tani.
5. 9, menika dipun wastani : tanpa tenggak tanpa siran, inggih menika wiji Raja, watakipun boten kenging dipun perintah, malah mrentah.
PETUNG PANCA SUDA

WATAKING MANUNGSA SAKA DINA KALAIRANE

Sejarah Agama Hindu

Sejarah Agama Hindu




 

 

 

 

 

 

Agama Hindu adalah agama yang mempunyai usia terpanjang merupakan agama yang pertama dikenal oleh manusia. Dalam uraian ini akan dijelaskan kapan dan dimana agama itu diwahyukan dan uraian singkat tentang proses perkembangannya. Agama Hindu adalah agama yang telah melahirkan kebudayaan yang sangat kompleks dibidang astronomi, ilmu pertanian, filsafat dan ilmu-ilmu lainnya. Karena luas dan terlalu mendetailnya jangkauan pemaparan dari agama Hindu, kadang-kadang terasa sulit untuk dipahami.

Banyak para ahli dibidang agama dan ilmu lainnya yang telah mendalami tentang agama Hindu sehingga muncul bermacam- macam penafsiran dan analisa terhadap agama Hindu. Sampai sekarang belum ada kesepakatan diantara para ahli untuk menetapkan kapan agama Hindu itu diwahyukan, demikian juga mengenai metode dan misi penyebarannya belum

Perwayangan

Perwayangan


Wayang, merupakan salah satu bentuk teater tradisional yang paling tua. Pada masa pemerintahan Raja Balitung, telah ada petunjuk adanya pertunjukan wayang, yaitu yang terdapat pada prasasti Balitung dengan tahun 907 Masehi, yang mewartakan bahwa pada saat itu telah dikenal adanya pertunjukan wayang.
Prasasti berupa lempengan tembaga dari Jawa Tengah; Royal Tropical Institute, Amsterdam, contoh prasasti ini dapat dilihat dalam lampiran buku Claire Holt Art in Indonesia: Continuities and Changes,1967 terjemahan Prof.Dr.Soedarsono(MSPI-2000-hal 431).


Tertulis sebagai berikut:
Dikeluarkan atas nama Raja Belitung teks ini mengenai desa Sangsang, yang ditandai sebagai

Guru Sejati


Mau tidak mau, makhluk hidup harus mempercayai pada sesuatu yang ghaib. Apabila tidak mempercayai hal yang ghaib, berarti kita sudah tidak percaya pada GUSTI ALLAH. Lho kok bisa? Jelas bisa. Alasannya, bukankah GUSTI ALLAH itu ghaib? Antara manusia dan GUSTI ALLAH terdapat ribuan hijab yang menutupi sehingga kita tidak bisa melihatNYA secara langsung.
Bahkan kita tidak bisa merabaNYA karena

Hakekat Rukun Islam menurut Syekh Siti Jenar


1. Syahadat (Sasahidan Ingsun Sejati)
Selama ini, syahadat umumnya hanya dipahami sebagai bentuk mengucapkan kata “Asyhadu an la ilaha illa Allah, wa asyhadu anna Muhammad al-rasul Allah”. Dan karena hanya pengucapan, wajar jika tidak memiliki pengaruh apa-apa terhadap mental manusia. Siapapun toh dapat mengucapkannya, walau kebanyakan tidak memahaminya. Padahal makna sesungguhnya bahwa syahadat adalah “kesaksian” bukan “pengucapan” kalimat yang menyatakan bahwa ia telah bersaksi.
Ketika kita mengucakan kata “Allah”, maka kata ini harus hadir dan lahir dari keyakinan yang mendalam.

Pada saat pengucapan, kita harus yakin bahwa Allah “ada” pada diri nabi-Nya, dan bahwa setiap diri kita mampu membawa peran nabi tersebut. Dalam ma’rifat, nabi dan
kenabian sebagai suatu hal yang selalu hidup. Dan ketika person nabi terakhir diberi label “Muhammad”, maka ia adalah langsung dari nur dan ruh Muhammad, dan menyandang nama spiritual sebagai “Ahmad”.

Dan ketika kata “Ahmad” disebutkan, Nabi Muhammad sering mengemukakan bahwa “ana Ahmad bila mim” (aku adalah Ahmad yang tanpa mim), yakni “Ahad”. Ketika suku bangsa dzahir “arab” disebutkan, beliau sering mengemukakan “ana ‘arabun bila “Ain”, (aku adalah “Arab tanpa ‘Ain), yakni “Rabb”. Inilah kesaksian itu, atau syahadat.

Kalau kita membayangkan nabi secara fisikal maka kita akan menghayalkan tentang nabi. Nah, pada saat Allah kita rasakan hadir atau bersemayam dalam diri Nabi yang berada di kedalaman lubuk hati kita, maka terlepaslah ucapan “Muhammad al-Rasul Allah” sebagai kesaksian. Lalu kesaksian ini kita lepaskan ke dalamDzat Allah. Sehingga kemudian tercipta apa yang disebut sebagai “Tunggal ing Allah hiya kang amuji hiya kang pimuji”, kemanunggalan dengan Allah sehingga

Nasehat Aksara Jawa



 
A. Pembukaan Huruf Jawa

1. Huruf Ha
Berarti ‘hidup’, atau huruf berarti juga ada hidup, sebab memang hidup itu ada, karena ada yang menghidupi atau yang memberi hidup, hidup itu adalah sendirian dalam arti abadi atau langgeng tidak terkena kematian dalam menghadapi segala keadaan. Hidup tersebut terdiri atas 4 unsur yaitu:
a. Api
b. Angin
c. Bumi
d. Air


2. Huruf Na
Berari ‘nur’ atau cahaya, yakni cahaya dari Tuhan YME dan terletak pada sifat manusia.

3. Huruf Ca
Berarti ‘cahaya’, artinya cahaya di sini memang sama dengan cahaya yang telah disebutkan di atas. Yakni salah satu sifat Tuhan yang ada pada manusia. Kita telah mengetahui pula akan sifat Tuhan dan sifat-sifat tersebut ada pada yang dilimpahkan Tuhan kepada manusia karena memang Tuhan pun menghendaki agar manusia itu mempunyai sifat

Kejawen






Mari kita mengutip satu tembang Jawa: 
Tak uwisi gunem iki                    
Niyatku mung aweh wikan   
Kabatinan akeh lire 
                       
Lan gawat ka liwat-liwat                
Mulo dipun prayitno                      
Ojo keliru pamilihmu                       
Lamun mardi kebatinan                   

(saya akhiri pembicaraan ini
saya hanya ingin memberi tahu
kabatinan banyak macamnya
dan artinya sangat gawat
maka itu berhati-hatilah
Jangan kamu salah pilih kalau belajar kebatinan)

Tembang ini menggambarkan nasihat seorang tua (pinisepuh)
kepada mereka yang ingin mempelajari kabatinan cara kejawen. Kiranya perlu dipahami bahwa tujuan hakiki dari kejawen adalah berusaha mendapatkan ilmu sejati untuk mencapai hidup sejati, dan berada dalam keadaan harmonis hubungan antara kawula (manusia) dan Gusti (Pencipta) (jumbuhing kawula Gusti) / pendekatan kepada Yang Maha Kuasa secara total. 

Keadaan spiritual ini bisa dicapai oleh setiap orang yang percaya kepada Tuhan, yang mempunyai

Pengertian & Puasa Kejawen


•Mutih dalam puasa mutih ini seseorang tdk boleh makan apa-apa kecuali hanya nasi putih dan air putih saja. nasi putihnya pun tdk boleh ditambah apa-apa lagi (seperti gula, garam dll.) jadi betul-betul hanya nasi putih dan air puih saja. sebelum melakukan puasa mutih ini, biasanya seorang pelaku puasa harus mandi keramas dulu sebelumnya dan membaca mantra ini : ?niat ingsun mutih, mutihaken awak kang reged, putih kaya bocah mentas lahirdipun ijabahi gusti allah.? ngeruh dalam melakoni puasa ini seseorang hanya boleh memakan sayuran / buah-buahan saja. tidak diperbolehkan makan daging, ikan, telur dsb.
•ngebleng puasa ngebleng adalah menghentikan segala aktifitas normal sehari- hari. seseorang yang melakoni puasa ngebleng tidak boleh makan, minum, keluar dari rumah/ kamar, atau melakukan aktifitas seksual. waktu tidur-pun harus dikurangi. biasanya seseorang yang melakukan puasa ngebleng tidak boleh keluar dari kamarnya selama sehari semalam (24 jam) . pada saat menjelang malam hari tidak boleh ada

Ajaran Luhur Yang Dicurigai & Dikambinghitamkan


KEJAWEN
Permata  Asli Bumi Nusantara yang Selalu Dicurigai
Dan Dikambinghitamkan


Kearifan Lokal yang Selalu Dicurigai

Ajaran kejawen, dalam perkembangan sejarahnya mengalami pasang surut. Hal itu tidak lepas dari adanya benturan-benturan dengan teologi dan budaya asing (Belanda, Arab, Cina, India, Jepang, AS). Yang paling keras adalah benturan dengan teologi asing, karena kehadiran kepercayaan baru disertai dengan upaya-upaya membangun kesan bahwa budaya Jawa itu hina, memalukan, rendah martabatnya, bahkan kepercayaan lokal disebut sebagai kekafiran, sehingga harus ditinggalkan sekalipun oleh tuannya sendiri, dan harus diganti dengan “kepercayaan baru” yang dianggap paling mulia segalanya. Dengan naifnya kepercayaan baru merekrut pengikut dengan jaminan kepastian masuk
syurga. Gerakan tersebut sangat efektif karena dilakukan secara sistematis mendapat dukungan dari kekuatan politik asing yang tengah bertarung di negeri ini.
Selain itu “pendatang baru” selalu berusaha membangun image buruk terhadap kearifan-kearifan lokal (baca: budaya Jawa) dengan cara

Ruh sebagai Pusat


Setiap bayi yang lahir memiliki tingkat kesucian, yang dapat diumpamakan sebuah kertas yang putih polos dan bersih.

Kesuciannya berada pada wahana ( tempat ) nafs ( jiwa ) atau hawa yg masih bersih dan belum tercemar oleh polusi keduniaan.
Nafs ( hawa/jiwa ) dipasang diantara dua kutub jasmaniyah dan kutub ruhaniyah yg berpusat pada ruh, sehingga nafs ini akan dibolak balikan.
Unsur ruhani yaitu ruh itu bersifat suci sebagai utusan Tuhan dalam diri manusia yang dapat membawa sebuah ketetapan atau pedoman hidup.

Sehingga ruh ini dapat berperan sebagai lampu yang memancarkan cahaya kebenaran dari Alloh Swt.
Ruh yg membawa lampu atau cahaya dari Tuhannya adalah Ruh Suci atau Ruh Kudus tidak lain adalah seorang Mursyid kamil mukamil.
Dialah (Sang Mursyid ) sebagai juru selamat dan juga juru nasehat untuk hawa, jiwa atau nafs ( Kita ).
Jika kita ( nafs, jiwa, hawa ) tunduk ( mau belajar dzikir ) kepada ruh suci ( Guru Mursyid ) maka akan menghasilkan hawa ( nafs ) yg positif ( Nafsu Mutmainah )
Sebaliknya jika ( nafs, jiwa, hawa ) tunduk pada keinginan jasad itu disebut sebagai nafsu negatif.
Nafsu negatif ada 3 macam :
  1. Nafsu lawamah ( Kepuasan biologis ; makan, minum, tidur dllnya )
  2. Nafsu Amarah Berbuat kejahatan atau Angkara Murka, suka marah, akuisme dllnya.
  3. Nafsu Supiah Yaitu suka mengejar kenikmatan psikis; seks, sombong, narsisme, gemar dipuji-puji.
Sedangkan untuk hawa sendiri memiliki 2 kutub nafsu yang bertentangan bisa diibaratkan uang logam yg memiliki 2 sisi ( gambar dan angka ).
Akan tetapi kedua sisi tidak dapat dipisahkan atau dilihat secara bersama-sama. Apabila kita ingin menampilkan gambar maka letakkan angka dibawah dan sebaliknya.
Apabila seseorang mengaku melihat kedua sisinya ( gambar dan angka ) dalam waktu yg sama, maka orang itu bisa dikatakan mempunyai jiwa yg munafik alias kekehidupan yg palsu dan hanya berdasarkan pengakuan belaka alias suka mengaku atau bohong.
Itulah contoh jika orang tidak mau masuk thoriqoh, untuk mendalami ilmu dzikir.

SOURCE : SIRNARAGA

Penciptaan Ruh Manusia




Pada hakekatnya penciptaan ruh manusia (lima lathifah), tidak melalui sistem evolusi. Ruh ditiupkan oleh Allah ke dalam jasad manusia melalui proses. Ketika jasad Nabi Adam a.s telah tercipta dengan sempurna, maka Allah memerintahkan ruh Nya untuk memasuki jasad Nabi Adam a.s. Maka dengan enggan ia menerima perintah tersebut. Ruh memasuki jasad dengan berat hati karena harus masuk ke tempat yang gelap.
 
Akhirnya ruh mendapat sabda Allah: “Jika seandainya kamu mau masuk dengan senang, maka kamu nanti juga akan keluar dengan mudah dan senang, tetapi bila kamu masuk dengan paksa, maka kamupun akan keluar dengan terpaksa”. Ruh memasuki melalui ubun-ubun, kemudian turun sampai ke batas mata, selanjutnya sampai ke hidung, mulut, dan seterusnya sampai ke ujung jari kaki. Setiap anggota tubuh Adam yang dilalui ruh menjadi hidup, bergerak, berucap, bersin dan memuji Allah. Dari proses inilah muncul sejarah mistis tentang karakter manusia, sejarah salat (takbir, ruku dan sujud), dan tentang struktur ruhaniah manusia (ruh, jiwa dan raga).
Bahkan dalam al Qur’an tergambarkan ketika ruh sampai ke lutut, maka Adam sudah tergesa gesa ingin berdiri. Sebagaimana firman Allah : “Manusia tercipta dalam ketergesa-gesaan” (Q.S.21:37).
 
Pada proses penciptaan anak Adam pun juga demikian, proses bersatunya ruh ke dalam badan melalui tahapan. Ketika sperma berhasil bersatu dengan ovum dalam rahim seorang ibu, maka terjadilah zygot (sel calon janin yang diploid ). Ketika itulah Allah meniupkan sebagian ruhnya (QS : 23 : 9), yaitu ruh al-hayat. Pada tahapan selanjutnya Allah menambahkan ruhnya, yaitu ruh al-hayawan, maka jadilah ia potensi untuk bergerak dan berkembang, serta tumbuh yang memang sudah ada bersama dengan masuknya ruh al-hayat.
 
Sedangkan tahapan selanjutnya adalah peniupan ruh yang terakhir, yaitu ketika proses penciptaan fisik manusia telah sempurna (bahkan mungkin setelah lahir). Allah meniupkan ruh al-insan (haqiqat Muhammadiyah). Maka dengan ini, manusia dapat merasa dan berpikir. Sehingga layak menerima taklif syari’ (kewajiban syari’at) dari Allah dan menjadi khalifah Nya.
 
Itulah tiga jenis ruh dan nafs yang ada dalam diri manusia, sebagai potensi yang menjadi sudut pandang dari fokus pembahasan lathifah (kesadaran). Lima lathifah yang ada di dalam diri manusia itu adalah tingkatan kelembutan kesadaran manusia. Sehingga yang dibahas bukan hakikatnya, karena hakikat adalah urusan Tuhan (QS : 17 : 85), tetapi aktivitas dan karakteristiknya.

SOURCE : SIRNARAGA

Kundalini Shakti




PENGERTIAN KUNDALINI

kundalini
Pengetahuan tentang kundalini sudah berumur kurang lebih tujuh ribu tahun. Kundalini merupakan bagian dari ajaran Tantra yang berkembang di India dan Tibet. Ajaran ini tidak diajarkan secara
luas, hanya terbatas pada murid-murid yang terpilih. Pengetahuan ini diturunkan secara langsung dari guru spiritual kepada muridnya untuk menghindari jatuhnya pengetahuan ini kepada orang-orang yang berkesadaran rendah dan kepada mereka yang hanya mencari kesaktian. Karena itu selama beberapa ribu tahun ilmu pengetahuan kuno ini tidak pernah didokumentasikan. Setelah beberapa ribu tahun, setahap demi setahap para guru mulai menuliskan rahasia-rahasia ini agar pengetahuan ini tidak akan hilang seluruhnya. Mereka menuliskannya dalam bahasa yang disamarkan. Dalam berbagai macam kiasan, simbol, kode sehingga tulisan tersebut tidak dapat disalah gunakan oleh para pencari yang tidak layak mempelajarinya.
Kundalini berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti gulungan. Dalam keadaan tidur (belum bangkit dan belum aktif) , kundalini berbentuk gulungan 3½ lingkaran yang terletak di sumsum tulang belakang manusia, tepatnya di bawah tulang ekor (perinum). Ketika kundalini sudah bangkit dan aktif ia akan merambat naik melalui jalur sushumna, menembus semua chakra dan akhirnya keluar dari chakra mahkota. Pada saat merambat naik, kundalini akan membersihkan semua jalur-jalur energi yang dilaluinya dan saat itu, anda akan merasakan sensasi-sensasi tertentu ditubuh anda.
Pada saat ini kundalini dapat dikatakan sebagai energi. Tujuh ribu tahun yang lalu kundalini tidak dapat digambarkan dalam istilah energi karena pada saat itu pengertian akan energi belum ditemukan. Kundalini juga disebut sebagai Kundali-shakti (kekuatan Kundali). Kata Kundalini atau Kundali digunakan oleh aliran yoga dalam pengertian teknis dan dapat pula disebut sebagai kekuatan dalam bentuk spiral atau energi.

MANFAAT KUNDALINI

Chakra Ilahi



Bicara tentang chakra, banyak sekali pendapat yang berbeda tentang chakra ini, khususnya tentang chakra didalam tubuh dan diluar tubuh. salah satu master reiki yang memperkenalkan konsep chakra
diluar tubuh adalah Master Irmansyah Effendi. Founder Padmajaya ini menyebutkan bahwa pengetahuan tentang chakra diatas chakra mahkota (selanjutnya disebut shing chi/chakra ilahi) adalah informasi / pengetahun yang jarang diketahui umum, tapi menurut beliau keberadaan chakra-chakra ilahi tersebut terdokumentasikan pada beberapa naskah dan lukisan spiritual kuno (walaupun beliau tidak menyebutkan contoh naskahnya…) yang berasal dari Tibet maupun India. Mungkin

karena beliau mendapatkan pengetahuan ini dari ‘guru spiritualnya’ pada tahun 1996. Menurut beliau, chakra mahkota adalah

Mimpi adalah Bahasa Simbol dari Tuhan


Betulkah mimpi merupakan bahasa sandi dari Tuhan yang berkehendak untuk berkomunikasi dengan manusia? Jika demikian, apakah semua mimpi memiliki makna tertentu?

Banyak ragam pandangan orang mengenai mimpi. Ada yang mengatakan mimpi itu bunga tidur, mimpi dianggap sebagai harapan yang tidak kesampaian, bahkan ada yang beranggapan bahwa mimpi tidak memiliki arti. Ada pula yang menyatakan bahwa mimpi merupakan jalan utama atau jalan emas untuk memasuki dunia batin atau hati nurani kita.

Sejarah menemukan bahwa buku tafsir mimpi tertua telah ditulis tahun 1100 SM. Untungnya sebagian ilmuwan memiliki ketertarikan mengenai mimpi, sehingga antara lain berdiri Institut Carl Gustav Jung di Zurich, Swiss, yang mempelajari mimpi sehingga dapat dipahami secara ilmiah.

Menurut Wolfgang Bock, SJ, yang pernah belajar di Institut Jung tersebut, salah satu fungsi mimpi adalah mengangkat pikiran, khayalan,dan hasrat hati manusia yang dalam hidup sadar kurang diperhatikan. Karena itu, mimpi juga memiliki motif menyeimbangkan kondisi pribadi supaya kepribadian seseorang tidak tumbuh pincang.

"Suka atau tidak suka, mimpi itu mengingatkan Anda, supaya Anda mau melihat kebenaran. Kadang kebenaran itu ditayangkan dengan cara amat mengejutkan, supaya diperhatikan," tulis Bock dalam bukunya, Menafsir Mimpi, Bahasa Sandi Tuhan.

Mimpi juga menambah pengetahuan vital, agar kita dapat memperbaiki sikap terhadap seluruh kehidupan dan situasi nyata yang dihadapi, ungkap Bock lagi. Melalui mimpi, bawah sadar kita akan memainkan tugas membimbing dan merencanakan, guna memberi arah lebih baik kepada sikap dan pendirian pikiran  alam sadar.

Alam pikiran sadar kita seringkali tidak mau atau tidak ingin memahami persoalan apa adanya. Namun, melalui mimpi, kemampuan kita untuk menipu diri dan berpura-pura akan dijungkir balikkan, sehingga kita dihadapkan pada keadaan yang sebenarnya.

Tepat apa yang dituliskan Pastor J. Darminta, Si, mimpi bisa mengungkapkan alam spriritual kita, kerinduan dan perjumpaan kita dengan Allah, alam kejiwaan kita dengan segala pergulatan-pergulatan hidup, serta peristiwa dan tindakan hidup kita sehari-hari.

Perlu dipahami, mimpi merupakan salah satu bentuk bahasa hidup, seperti halnya bahasa rasa, bahasa hati, bahasa budi, bahasa rohani, bahasa tubuh, dan sebagainya. Sejak zaman para nabi dulu mimpi telah diyakini sebagai salah satu cara Tuhan menyampai pesan.

Melalui mimpi, menurut Bock, Allah hendak bergaul dengan manusia dan menuangkan nilai-nilai baru, kekuatan, dan kasih sayang yang berlimpah ke dalam hati kita.

Perhatikan waktunya

Mengutip Darminta, SJ, ada tiga macam mimpi berdasarkan waktu menurut orang Jawa, yaitu:

Filsafat Pohon Pisang

Filsafat Pohon Pisang



Diterangkan dalam surat Al-Waqi’ah,
WA-ASH-HAABUL YAMIINI MAA ASH-HAABUL YAMIIN ( Al-Waqi’ah / 27 ).

Artinya :  Dan golongan kanan, alangkah bahagianya golongan kanan itu.
FII SHIDRIN MAKHDLUUD  ( Al-Waqi’ah / 28 ).
Artinya :  Berada diantara pohon bidara yang tidak berduri.
WA THOLHIN MANDLUUD ( Al-Waqi’ah / 29 ).
Artinya :  Dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya).
Jadi di dalam syurga itu ada pohon pisangnya, nanti jangan-jangan sampeyan bayang-bayangkan, di syurga itu ada pisang raja ataukah pisang sobo ? Sobo kepok apakah sobo gajeh ?
Dalam surat Al-Waqi’ah, disinggung-singgung, bahwa Ashabul Yamin di syurga itu mendapat“Tholhin Mandluud”.
Tholhin : Pohon pisang.
Mandluud :  Yang bersusun buahnya.
Ini apa rahasianya ?
Kita semuanya, sudah sering makan buah pisang, apakah semua orang yang makan buah pisang itu mendalami rahasia pisang ? Sehingga nanti bisa masuk golongan Ashabul yamin ?
Jawabnya : Belum tentu.
Maka disini, perlu kami sampaikan filsafatnya “Pohon Pisang”.


* FILSAFAT YANG PERTAMA
Pohon pisang itu tersusun dari serat-serat yang halus dan lemah yang mudah putus, akan tetapi karena

Menelaah Sedulur Papat Limo Pancer

Menelaah Sedulur Papat Limo Pancer

Dalam budaya jawa, penyebutan ” Kakang Kawah Adi Ari-Ari” keberadaannya masih tersamar. Apalagi di zaman modern sekarang ini. Mitos saudara kembar yang ghaib ini cenderung di abaikan. Ini konsekuensi dari zaman maju. Dunia material cenderung meningkat, sedang kaweruh spiritual orang jawa kian gersang. Kita mencoba untuk memahami kembali Puasa Weton yang bagi orang jawa di percayai dapat memberikan pencerahan spiritual dengan berbagai mitosnya yang penuh dengan kesakralan dan religiusitas.
Hakikat Puasa menurut ” Wulang Reh “.
Sri Pakubuwono IV telah memberikan wewaler, peringatan,pada anak cucunya untuk pengekangan nafsu.
Peringatan itu tertuang dalam karyannya Serat Wulang Reh, yang di tulis pada hari ahad kliwon, wunku sungsang, tanggal ke-19, bulan besar, mongso ke-delapan, windu sancaya dan di beri sengkalan : Tata-guna-Swareng-Nata ( 1735 ).Ia bergelar : Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan Pakubuwono Senopati Ing Ngalogo Abdur Rahman Sayyidin Panotogomo IV. Nama kecilnya adalah Bandoro Raden Mas Gusti sumbadyo, Putra Pakubuwono III dengan Kanjeng Ratu Kencana.Dalam pupuh II Tembang Kinanthi ia menulis : “Podho Gulangen Ing Kalbu, Ing Sasamita Amrih Lantip, Ojo pijer mangan nendra, ing kaprawiran den kesthi, Pesunen sariraniro , Sudanen dhahar lan guling. (Wahai, asahlah di dalam hatimu biar tajam menangkap isyarat isyarat ghaib. jangan terlalu banyak makan dan tidur, kurangilah hal tersebut, cita citakan kaprawiran ” keluhuran budi “, agar bisa mengekang diri) “.Inti yang cepat di tangkap dari wejangan ini menyangkut pada pengendalian diri dan cara yang harus di tempuh adalah dengan perpuasa.Hakekat Puasa adalah pengekangan diri, karena alam duniawi banyak memberi godaan. Silau dengan kemewahan, apalagi kalau sedang mendapat suka cita yang berlebihan, ” Maka kaprayitnan batin ( kewaspadaan ) akan terkurangi. Manusia akhirnya akan terbelenggu nafsunya. Nafsu yang bersumber dari dirinya sendiri.Nafsu merupakan sikap angkara yang dalam Wulang Reh di sebutkan terdiri dari 4 macam , yaitu :
Lawwamah, Bertempat di perut, lahirnya dari

Primbon "mengetahui watak dan karakter seseorang"

PRIMBON™ - Gerbang Dunia Mistik & Alam Gaib

Primbon Jodoh

Numerologi Rahasia Cinta

Nomor Bagua Shuzi