putra1922

Memuat...

Dua Dosa yang Tetap Mengalir Meski Sudah Meninggal

Sebagian manusia bisa dengan mudah melakukan perbuatan dosa dalam kehidupan sehari-hari. Karena seringnya dilakukan, tindakan tersebut terkadang dianggap biasa sehingga tidak terasa seperti dosa. Padahal dosa bukanlah perkara main-main.

Balasannya mutlak neraka yang sudah disiapkan Allah SWT bagi hamba-Nya 
yang ingkar. Ternyata, setelah meninggal tanggungjawab terhadap dosa 
maksiat yang pernah dilakukan tidak terputus begitu saja.

Selama perbuatan maksiat tersebut masih berdampak dan berpengaruh 
kepada orang lain, maka dosanya akan tetap mengalir kepada pelakunya 
meski Ia sudah meninggal. Apa saja dosa-dosa tersebut? Berikut ulasannya.

Jika biasanya kita mengenal amal jariyah yang pahalanya mengalir meski 
sudah meninggal, maka ada juga dosa jariyah yang di janjikan Allah 
SWT akan diterima manusia. Saat sudah meninggal, seseorang akan 
tetap mendapatkan dosa karena perbuatannya semasa di dunia masih 
berpengaruh buruk terhadap orang lain.

Padahal di alam barzah manusia sangat membutuhkan limpahan pahala 
sebagai pertolongan mereka menunggu hari kiamat. Namun karena dosa 
jariyah ini mereka justru harus menanggung dosa-dosa yang dilakukan 
orang lain, akibat pengaruh atas tindakan maksiat yang pernah Ia lakukan
semasa hidup.

“Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami 
menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang 
mereka tinggalkan. dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam 
kitab Induk yang nyata (Lauh Mahfuzh).” (QS. Yasin: 12)

Lantas apa saja dosa yang akan terus mengalir ini? 

1. Menjadi Pelopor Maksiat
Pelopor merupakan orang yang pertama melakukan suatu tindakan 
sehingga yang lain turut mengikuti. Pengikutnya bersedia meniru 
baik dengan paksaan maupun tanpa diminta sama sekali. Kondisi ini 
akan sangat bagus jika menjadi pelopor untuk tujuan yang baik. 
Namun bagaimana jika menjadi pelopor maksiat? 

Dalam hadis dari Jarir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah 
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : "Siapa yang mempelopori 
satu kebiasaan yang buruk dalam islam, maka dia mendapatkan 
dosa keburukan itu, dan dosa setiap orang yang melakukan 
keburukan itu karena ulahnya, tanpa dikurangi sedikitpun dosa 
mereka.” (HR. Muslim).

Orang yang menjadi pelopor ini sama sekali tidak mengajak orang 
di lingkungannya untuk berbuat maksiat serupa. Ia juga tidak 
memberikan motivasi kepada orang lain untuk mengikutinya. 
Namun karena perbuatannya ini Ia berhasil menginsipirasi 
orang lain melakukan maksiat serupa.

Itulah mengapa anak Nabi Adam, Qabil, yang menjadi orang 
pertama yang membunuh manusia harus bertangungjawab atas 
semua kasus pembunuhan di alam ini. Nabi shallallahu ‘alaihi wa 
sallam bersabda,

“Tidak ada satu jiwa yang terbunuh secara dzalim, melainkan 
anak adam yang pertama kali membunuh akan mendapatkan 
dosa karena pertumpahan darah itu.” (HR. Bukhari 3157, 
Muslim 4473 dan yang lainnya).

Tidak bisa dibayangkan, bagaimana dosa yang akan ditanggung 
pelopor dan pendesign rok mini, baju you can see, penyebar video 
porno dan masih banyak tindak maksiat lainnya. Sebagai pelopor 
dosa mereka akan terus mengalir hingga hari kiamat kelak. 

2. Mengajak Orang lain Melakukan Kesesatan dan Maksiat
Berbeda dengan pelopor yang hanya menginspirasi orang lain, orang 
yang satu ini dengan nyata mengajak orang lain untuk melakukan 
kesesatan dan tindakan maksiat. Merekalah merupakan juru 
dakwah kesesatan, atau mereka yang mempropagandakan kemaksiatan.

Dalam Alquran Allah SWT menceritakan bagaimana orang kafir 
kelak akan menerima dosa dari kekufurannya. Belum lagi dengan 
dosa-dosa orang-orang yang juga mereka sesatkan.

“Mereka akan memikul dosa-dosanya dengan penuh pada hari 
kiamat, dan berikut dosa-dosa orang yang mereka sesatkan 
yang tidak mengetahui sedikitpun (bahwa mereka disesatkan).
”(QS. an-Nahl: 25)

Ayat ini memiliki makna yang sama dengan  hadis dari Abu 
Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa 
sallam bersabda : “Siapa yang mengajak kepada kesesatan, 
dia mendapatkan dosa, seperti dosa orang yang mengikutinya, 
tidak dikurangi sedikitpun.” (HR. Ahmad 9398, Muslim 6980,
dan yang lainnya).

Contoh mudah terkait hadist ini adalah orang-orang yang menjadi 
propaganda kesesatan, mereka menyebarkan pemikiran-pemikiran 
yang menyimpang, mengajak masyarakat untuk berbuat kesyirikan 
dan bid’ah.

Merekalah para pemilik dosa jariyah, lantas bagaimana dosa mereka? 
Selama masih ada manusia yang mengikuti apa yang mereka serukan, 
maka selama itu pula orang ini turut mendapatkan limpahan dosa, 
sekalipun dia sudah dikubur tanah.

Termasuk juga mereka yang mengiklankan maksiat, memotivasi orang 
lain untuk berbuat dosa, sekalipun dia sendiri tidak melakukannya, 
namun dia tetap mendapatkan dosa dari setiap orang yang mengikutinya.

Semoga kita lebih berhati-hati dalam bertindak, dan lebih banyak 
melakukan amal shaleh dibanding dosa-dosa maksiat. Karena hidup 
tidak hanya semata di dunia lalu selesai ketika sudah meninggal. 
Namun perjalanan masih panjang untuk menuju kehidupan yang kekal.

source : info unik

0 komentar:

Poskan Komentar

jika ada yang kurang jelas langsung ajha tanya ke mimin ya.,.,., :) my fb tama ashter soko-tuban

Primbon "mengetahui watak dan karakter seseorang"

PRIMBON™ - Gerbang Dunia Mistik & Alam Gaib

Primbon Jodoh

Numerologi Rahasia Cinta

Nomor Bagua Shuzi

Arsip Blog